A. Teknologi Informasi
Teknologi Informasi adalah suatu bidang ilmu
pengetahuan yang berkembangnya semakin pesat dari tahun ke tahun (Thabratas T.,
2002: 1). Teknologi Informasi merupakan ilmu pengetahuan yang mencangkup
berbagai hal seperti: Sistem komputer hardware dan software, LAN (Local area
network), MAN (metropolitan area network), WAN (wide area network), sistem
informasi manajemen (SIM), sistem telekomunikaso dan lain-lain. Dari hal
tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa definisi teknologi informasi adalah
ilmu pengetahuan dalam bidang informasi yang berbasis komputer dan
perkembangannya sangat pesat.
B. Peningkatan Mutu Layanan Perpustakaan Melalui Teknologi Informasi
Keberhasilan perpustakaan sangat ditentukan layanan yang diberikan kepada pemakai. Layanan perpustakaan sebenarnya merupakan suatu proses aktivitas yang mencakup perencanaan, implementasi dan monitoring. Efektifitas layanan harus diukur dalam konteks sejahu mana layanan dapat memuaskan pemakainya bukan sekedar seberapa banyak yang dapat di raih (Bawden, 1990 : 49). Pada umumnya, pemakai akan merasa puas jika kebutuhan informasinya terpenuhi (Wilard, 1983 : 41). Layanan perpustakaan akan semakin bermutu jika tingkat keterpakaian koleksi dan kepuasan pemakai semakin meningkat. Oleh karena itu, agar mutu layanan perpustakaan meningkat, maka pengelola perpustakaan harus dapat merespon kebutuhan pemakai.
Sasaran teknologi informasi dalam meningkatkan mutu layanan adalah akses yang mudah, cepat dan akurat melalui jaringan telekomunikasi (LAN, WAN, Internet) baik internal maupun eksternal (pemakai). Di samping itu penyediaan jaringan dari sumber elektronik berupa teknologi digital bagi pemakai akan mempercepat terbentuknya masyarakat informasi. Menurut Siregar (2004 : 6), isu-isu managemen teknologi informasi yang penting dalam peningkatan mutu layanan perpustakaan adalah skill telemanaging koleksi, hindari kepemilikan data sendiri, kemitraan, lisensi, intellectual property dan pengembangan system. Ke semua isu manajemen tersebut hendaknya dijadikan pedoman untuk pengembangan TI perpustakaan.
Manfaat
Teknologi Informasi di Perpustakaan
Manfaat penerapan teknologi
informasi bagi pemakai perpustakaan menurut Henderson (1992) adalah :
1. Menyediakan akses yang cepat dan mudah pada informasi
;
2. Menyediakan akses jarak jauh bagi pemakai ;
3. Menyediakan akses 24 jam (bila TI dioperasikan atau
jasa layanannya sudah dalam bentuk web browsher) bagi pemakai :
4. Menyediakan akses informasi yang tidak terbatas dari
berbagai jenis sumber ;
5. Menyediakan informasi yang lebih mutakhir ;
6. Menyediakan informasi yang dapat digunakan secara luwe
bagi pemakai sesuai dengan kebutuhannya ;
7. meningkatkan keluwesan , dan
8. Memudahkan informasi ulang dan kombinasi data dari
berbagai sumber.
1. Memudahkan itegrasi berbagai kegiatan perpustakaan ;
2. Memudahkan kerjasama dan pembentukan jaringan
perpustakaan ;
3. Membantu menghindari duplikasi kegiatan di
perpustakaan ;
4. Menghilangkan pekerjaan yang bersifat mengulang
(Repetitif) dan karenanya tidak menarik dan membosangkan
5. Membantu perpustakaan memperluas jasa perpustakaan.
6. Menimbulkan berbagai peluang untuk memasarkan jasa
perpustakaan
7. Dapat menghemat uang dan malahan menjadi menghasilakn
uang, dan
8. Meningkatkan efesiensi.
Namun disis lain teknologi informasi
memiliki kerugian/kelemahan atau kendala dalam penerapannya di Indonesia,
misalnya menyangkut biaya, ketersediaan prasarana, seperti jaringan
telekomunikasi, sikap pimpinan yang kurang menyadari keberadaan komputer bagi
perputakaan serta adanya sikap gagap teknologi di kalangan pustakawan
http://www.pnri.go./MajalahOnlineAdd.aspx?id=46Wijoyo.2009.ImplentasiTeknologidiPerpustakaan.
http://pustaka.uns.ac.id/?menu=news&option=detail&nid=60
Tidak ada komentar:
Posting Komentar